LATAR BELAKANG RUPTUR PERINEUM PDF

PDF | Abstrak Latar belakang: dianalisis dengan analisis regresi logistik. kala dua pada model 1 dan lama kala dua serta robekan perineum pada model 2. dengan kejadian ruptur perineum spontan di RSUD Kota Surakarta, tujuan khususnya Latar Belakang:Kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di dunia. A. Latar Belakang Episiotomi adalah insisi pudendum / perineum untuk melebarkan orifisium (lubang / muara) vulva Sedangkan kerugiannya adalah: dapat terjadi ruptur perinei tingkat III inkomplet (laserasi median.

Author: Sara Vorg
Country: Egypt
Language: English (Spanish)
Genre: Literature
Published (Last): 8 May 2012
Pages: 121
PDF File Size: 13.84 Mb
ePub File Size: 13.18 Mb
ISBN: 130-7-95268-309-6
Downloads: 46812
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kilkis

Minggu, 11 Juni Episiotomi pada persalinan. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kesakitan morbilitas dan angka kematian mortalitas. Akan tetapi beberapa derajat kesehatan masih belum menunjukkan keberhasilan yang memuaskan.

Untuk mengetahui pengertian episiotomy. Untuk megetahui tujuan episiotomy. Untuk mengetahui waktu pelaksanaan episiotomy. Untuk mengetahui tindakan episiotomy. Untuk mengetahui indikasi episiotomy.

Untuk mengetahui jenis-jenis episiotomy. Untuk mengetahui faktor-faktor penyembuhan luka episiotomy. Untuk mengetahui pengaruh terapi ice pack untuk penyembuhan luka episiotomy.

Menurut Sarwonoepisiotomi merupakan suatu tindakan insisi pada perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lendir vagina, cincin selaput dara, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan fasia perineum dan kulit sebelah depan perineum Sarwono,hal. Tujuan episiotomi yaitu membentuk insisi bedah yang lurus, sebagai pengganti robekan tak teratur yang mungkin terjadi. Menurut Benson dan Pernollepisiotomi sebaiknya dilakukan ketika kepala bayi meregang perineum pada janin matur, sebelum kepala sampai pada otot-otot perineum pada janin matur Benson dan Pernoll,hal.

Bila episiotomi dilakukan terlalu cepat, maka perdarahan yang timbul dari luka episiotomi bisa terlalu banyak, sedangkan bila episiotomi dilakukan terlalu lambat maka laserasi tidak dapat dicegah. Episiotomi biasanya dilakukan pada saat kepala janin sudah terlihat dengan diameter 3 – 4 cm pada waktu his.

Jika dilakukan bersama dengan penggunaan ekstraksi forsep, sebagian besar dokter melakukan episiotomi setelah pemasangan sendok atau bilah forsep Williams,hal.

Pertama pegang gunting epis yang tajam dengan satu tangan, kemudian letakkan jari telunjuk dan jari tengah di antaraa kepala bayi dan perineum searah dengan rencana sayatan. Setelah itu, tunggu fase acme puncak his. Kemudian selipkan gunting dalam keadaan terbuka di antara jari telunjuk dan tengah. Gunting perineum, dimulai dari fourchet komissura posterior 45 lateral kiri atau kanan.

Jenis – Jenis Episiotomi.

Sebelumnya ada 4 jenis episiotomi yaitu; Episiotomi medialis, Episiotomi mediolateralis, Episiotomi lateralis, dan Insisi Schuchardt. Namun menurut Benson dan Pernollsekarang ini hanya ada dua jenis episiotomi yang di gunakan yaitu: Episiotomi median, merupakan episiotomi yang paling mudah dilakukan dan diperbaiki.

Sayatan dimulai pada garis tengah komissura posterior lurus ke bawah tetapi tidak sampai mengenai serabut sfingter ani. Keuntungan dari episiotomi medialis ini adalah: Sayatan bersifat simetris dan anatomis sehingga penjahitan kembali lebih mudah dan penyembuhan lebih memuaskan. Episiotomi mediolateral, digunakan secara luas pada obstetri operatif karena aman. Sayatan di sini dimulai dari bagian belakang introitus vagina menuju ke arah belakang dan samping.

Arah sayatan dapat dilakukan ke arah kanan ataupun kiri, tergantung pada kebiasaan orang yang melakukannya. Panjang sayatan kira-kira 4 cm. Sayatan di sini sengaja dilakukan menjauhi otot sfingter ani untuk mencegah ruptura perinea tingkat III. Perdarahan luka lebih banyak oleh karena melibatkan daerah yang banyak pembuluh darahnya.

Otot-otot perineum terpotong sehingga penjahitan luka lebih sukar. Alat menjahit yang digunakan dalam perbaikan episitomi atau laserasi dapat menahan tepi — tepi luka sementara sehingga terjadi pembentukan kolagen yang baik.

  CATALOGO JHK 2010 PDF

Benang yang dapat diabsorbsi secara alamiah diserap melalui absorbs air yang melemahkan rantai polimer jahitan. Benang sintetik yang dapat diabsorbsi yang paling banyak digunakan adalah polygarin Vicryl yang.

Ukuran yang paling umum digunakan dalam rupur jaringan trauma adalah, danyang paling tipis. Ujung runcing dapat masuk dalam jaringan tanpa merusaknya. Menurut Walsh proses penyembuhan terjadi dalam tiga fase, yaitu: Segera setelah cedera, respons peradangan menyebabkan peningkatan aliran darah ke area luka, meningkatkan cairan dalam jaringan,serta akumulasi leukosit dan fibrosit.

Leukosit akan memproduksi enzim proteolitik yang memakan jaringan yang mengalami cedera. Setelah beberapa hari kemudian, fibroblast akan membentuk benang — benang kolagen pada tempat cedera. Pada akhirnya jumlah kolagen yang cukup akan melapisi jaringan yang rusak kemudian menutup luka. Proses penyembuhan sangat dihubungani belakng usia, berat badan, status.

Penyembuhan luka sayatan episiotomi yang sempurna tergantung kepada beberapa hal. Tidak adanya infeksi pada vagina sangat mempermudah penyembuhan. Keterampilan menjahit juga sangat diperlukan agar otot-otot yang tersayat diatur kembali sesuai dengan fungsinya atau jalurnya dan juga dihindari sedikit mungkin pembuluh darah agar tidak tersayat. Jika sel saraf terpotong, pembuluh darah tidak akan terbentuk lagi Walsh,hal.

Status nutrisi yang tidak tercukupi memperlambat penyembuhan luka. Kebiasaan merokok dapat memperlambat penyembuhan luka.

kti ruptur perineum.docx

Penambahan usia memperlambat penyembuhan luka. Peningkatan kortikosteroid akibat stress dapat memperlambat penyembuhan luka. Ganguan oksigenisasi dapat mengganggu sintesis kolagen. Menghambat epitelisasi sehingga memperlambat penyembuhan luka. Infeksi dapat memperlambat penyembuhan luka.

Penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis dan nonfarmakologis. Penanganan nyeri secara farmakologis berisiko bagi bayi karena masuk ke dalam peredaran darah yang terkumpul pada air susu ibu sedangkan secara nonfarmakologis lebih aman diterapkan karena mempunyai risiko yang lebih kecil, tidak menimbulkan efek samping serta menggunakan proses fisiologis.

Salah satu cara penanganan untuk meredakan nyeri episiotomy. Nyeri post episiotomi merupakan bentuk ketidaknyamanan yang menjadi masalah kesehatan pada ibu.

Nyeri mengakibatkan ibu mengalami insomnia, sulit buang air besar, dan buang air kecil setelah melahirkan. Kasus nyeri post episiotomy meningkat setiap bulannya sehingga diperlukan manajemen nyeri post episiotomy secara nonfarmakologi yakni dengan terapi ice pack. Terapi ice pack yang diberikan pada ibu post episiotomi lebih aman diterapkan karena tidak menimbulkan efek samping bagi ibu post episiotomi dan bayi yang dilahirkannya.

Analisis skala nyeri post episiotomi setelah dilakukan terapi ice pack didapatkan bahwa terdapat perbedaan skala nyeri post episiotomi yang bermakna antara sebelum dan setelah dilakukan terapi ice pack. Manajemen nyeri nonfarmakologi dengan terapi ice pack dapat dijadikan sebagai alternative untuk menurunkan nyeri pada ibu post episiotomy. Pembuatan serta penggunaan ice pack sangat mudah dan murah, oleh karena itu bidan dapat menjadi edukator bagi ibu dan keluarga agar mampu menerapkan terapi ini secara mandiri ketika berada di rumah.

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada Februari di. Puskesmas Belinyu sebanyak 55 dari Hasil wawancara dengan 10 ibu post episiotomi diperoleh data bahwa seluruh klien mengalami. Hasil penelitian skala nyeri post episiotomy sebelum dilakukan terapi ice pack pada 15 responden dimulai dari skala nyeri 5 sampai skala nyeri 9 dengan rata-rata skala nyeri sebesar 7, Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menilai bahwa nyeri post episiotomi yang.

Nyeri dapat terjadi pada hari pertama sampai hari ke empat post episiotomi karena proses inflamasi dan terjadi pelepasan zat-zat kimia seperti prostaglandin yang dapat meningkatkan transmisi nyeri.

Hal ini diperkuat oleh Rukiyah dkk yang mengatakan prostaglandin akan meningkat ketika proses inflamasi terjadi namun kondisi ini dapat diturunkan melalui pemberian terapi ice pack pada daerah episiotomy. Hasil penelitian didapatkan rata-rata skala nyeri dari 7,60 sebelum diberikan terapi ice pack menurun hingga 4,27 setelah diberikan terapi ice pack. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cooling Gel Pad yang dikombinasikan dengan terapi ultrasound dapat menurunkan nyeri yang dirasakan ibu post episiotomi.

  CATALOGO BUJIAS NGK PDF

Hal ini dikarenakan Cooling Gel Pad memilki kesamaan dengan terapi ice pack yang dapat mengurangi metabolisme sel dan vasokontriksi sehingga terapi ini memberikan efek analgesic untuk mengurangi nyeri. Hal ini juga diperkuat oleh Kozier, et al.

Berdasarkan hasil penelitian perlakuan terapi ice pack pada ibu yang mengalami nyeri post episiotomi pada hari pertama sampai hari ke empat post episiotomi menunjukkan skala nyeri post episiotomi tertinggi sebelum dilakukan terapi ice pack adalah 9 dan setelah diberi perlakuan skala nyeri pada responden.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mohamed dan Nagger yang menyatakan perawatan perineum dengan pemberian cold therapy efektif terhadap penurunan intensitas nyeri perineum dan edema.

Hal ini dikarenakan cold therapy memiliki kesamaan dengan terapi ice pack yaitu mencegah terjadinya edema dan pembentukan hematoma yang akan menambah nyeri yang dirasakan oleh ibu post episiotomi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan rata-rata penurunan skala nyeri post episiotomi sebesar 3, Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Steen, et al.

Menurut peneliti, penurunan nyeri yang terjadi disebabkan karena terapi ice pack yang dilakukan dapat memberikan anastesi local dan kemudian membuat daerah disekitar perineum menjadi mati rasa.

Hal ini juga didukung oleh Kozier, et al. Episiotomy is the most common procedure used for dilatation of the vaginal opening for giving birth. Although episiotomy is associated with benefits for the mother, it may lead to short term and long term disabilities, including postpartum perineal pain that is secondary to perineal tearing.

The aim of this study was to investigate the effect of subcutaneous lidocaine compared with lidocaine and metoclopramide on pain after episiotomy. In this clinical trial study, the patients 83 for control group and 83 for case group with episiotomy Grades II and III were enrolled and were asked to express their postpartum episiotomy pain as a number, from zero no pain to 10 severest pain Visual Analogue Scale VAS score at 0, 30 minute, 1 hour, 2 hour, 4 hour, 6 hour and 12 hour postpartum.

Patients at the second stage of labour crowning were assigned to two groups: Then, the pain score was compared between the two groups.

episiotomi pada persalinan: Episiotomi pada persalinan

The data were analyzed by t-test and chi-square test with software SPSS version Mean age of the women was The mean pain score in the control group was 3. Rupyur of metoclopramide with lidocaine is more effective than lidocaine alone for relieving the pain after episiotomy. The optimal angle of the mediolateral episiotomy at crowning of the head during labor. The aim of the mediolateral episiotomy incision is to increase the diameter of the soft tissue of the vaginal outlet to facilitate birth and to prevent vaginal tears.

Episiotomy angles that are too narrow and close to the midline increase the risk of obstetric anal sphincter injuries.